Dukung Pemenuhan Hak Anak, Sinar Mas Agribusiness and Food Perkuat Upaya Pencegahan Pekerja Anak

Program Posyandu menyediakan layanan imunisasi, pemantauan kesehatan, dan pemberian makanan tambahan bagi anak-anak(dok Ist)

Seruyan, Kontenkalteng.com – Setiap anak berhak tumbuh, belajar, bermain, dan berkembang sesuai potensinya. Pemenuhan hak anak juga merupakan salah satu upaya penting dalam pencegahan pekerja anak. Oleh karena itu, dalam rangka memperingati Hari Menentang Pekerja Anak Sedunia pada 12 Juni yang digagas oleh International Labour Organization (ILO), Sinar Mas Agribusiness and Food menyelenggarakan rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional pada 10–11 Juni 2026 sebagai bagian dari komitmennya untuk mendukung pemenuhan

Baca juga: Sinar Mas Agribusiness and Food Dukung Transformasi Rantai Pasok Minyak Kelapa Sawit Berkelanjutan

Bagi keluarga yang tinggal dan bekerja di wilayah operasional perusahaan, akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan pengasuhan anak menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu, perusahaan menjalankan berbagai program dan fasilitas yang dirancang untuk membantu memastikan anak-anak dapat menikmati masa kanak-kanaknya serta memperoleh kesempatan belajar yang baik.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, perusahaan menerapkan usia minimum bekerja 18 tahun, melampaui ketentuan usia minimum 15 tahun yang ditetapkan dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan Indonesia dan ILO Nomor 138 yang telah diratifikasi, sekaligus selaras dengan batasan usia anak menurut Undang-Undang Perlindungan Anak. Dalam setiap proses rekrutmen, perusahaan melakukan verifikasi usia melalui pemeriksaan dokumen identitas dan dokumen pendukung lainnya untuk memastikan tidak ada pekerja di bawah usia minimum yang direkrut.


dikatakan Bambang Suhartono, SP., Regional Controller Kalimantan Tengah 4, bahwa pencegahan pekerja anak memerlukan pendekatan yang lebih luas daripada sekadar memastikan anak tidak bekerja.

"Bagi kami, keberhasilan pencegahan pekerja anak bukan hanya ketika tidak ditemukan pekerja anak di tempat kerja. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika anak-anak dapat tetap berada di sekolah, memiliki ruang untuk bermain, memperoleh akses terhadap layanan kesehatan, dan memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik," jelas Bambang, Rabu (10/06/2026).

Untuk mendukung hal tersebut, perusahaan menyediakan berbagai layanan yang dapat diakses oleh pekerja dan keluarganya. Di bidang kesehatan, perusahaan menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan dasar yang membantu pekerja dan keluarganya memperoleh akses terhadap layanan medis. Sementara di bidang pendidikan, perusahaan menyediakan akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah operasional yang belum memiliki fasilitas pendidikan yang memadai, termasuk dukungan transportasi sekolah apabila diperlukan.

Saat ini, perusahaan mengoperasikan lebih dari 90 balai penitipan anak yang didukung oleh lebih dari 160 tenaga pengasuh terlatih dan melayani lebih dari 1.700 anak dari keluarga pekerja di berbagai wilayah operasional. Fasilitas tersebut dilengkapi dengan akses air bersih, ruang bermain yang aman, serta berbagai kegiatan edukatif yang mendukung tumbuh kembang anak usia dini. Kehadiran fasilitas ini membantu memastikan anak-anak memperoleh lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan mereka selama orang tua bekerja.

Selain menyediakan balai penitipan anak, perusahaan juga menyediakan fasilitas ruang laktasi dan memberikan kesempatan bagi karyawan perempuan yang sedang menyusui untuk menyusui anaknya selama jam kerja. Fasilitas dan kebijakan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung pemenuhan hak anak serta hak ibu untuk memberikan ASI kepada anaknya. Selain itu, perusahaan menerapkan kebijakan yang tidak memperbolehkan pekerja perempuan hamil dan menyusui, untuk bekerja di tempat, lokasi, atau jenis pekerjaan yang menurut dokter dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan ibu maupun kandungannya.

Tidak hanya itu, pendekatan ini mendukung keluarga pekerja secara lebih luas melalui akses terhadap layanan kesehatan, fasilitas pendidikan, perumahan, air bersih, dan listrik di wilayah operasional perusahaan. Berbagai fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan keluarga sekaligus membantu memastikan anak-anak dapat tetap bersekolah dan menikmati masa kanak-kanaknya.

Penyediaan bus sekolah menjadi salah satu upaya perusahaan dalam mendukung akses pendidikan bagi anak-anak

Upaya pemenuhan hak anak tersebut juga diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Partnership for Action Against Child Labour in Agriculture (PAACLA) Indonesia, Yayasan Buddha Tzu Chi, dan Eka Tjipta Foundation. Melalui berbagai kegiatan edukasi dan penguatan kapasitas, kolaborasi ini turut mendukung terciptanya lingkungan yang lebih aman dan ramah anak di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Berbagai upaya tersebut mencerminkan keyakinan bahwa pemenuhan hak anak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pencegahan pekerja anak. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada risiko yang mungkin terjadi saat ini, tetapi juga pada penciptaan kondisi yang memungkinkan anak-anak tumbuh, belajar, dan berkembang secara optimal.

Komitmen tersebut akan kembali ditegaskan melalui rangkaian kegiatan peringatan Hari Menentang Pekerja Anak Sedunia bertema "Suara Masa Depan, Setiap Anak Berarti" yang diselenggarakan pada 10–11 Juni 2026 di PT Mitrakarya Agroindo (MKA), Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Kegiatan ini akan melibatkan anak-anak, guru, orang tua, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong pemenuhan hak anak serta memperkuat upaya pencegahan pekerja anak secara berkelanjutan.(Yanti /OR1)