Kenaikan Harga BBM Bikin Sopir Truk di Sampit Tekor, Sekali Isi Tembus Rp2 Juta

Ilustrasi (Foto: Ist)

Kontenkalteng.com, Sampit – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) membuat sopir truk di Sampit semakin tekor.

Baca juga: Ini Dia Rekomendasi DPRD Kotim, Terkait Aksi Demo Ratusan Sopir Truk

Untuk sekali pengisian BBM jenis Dexlite, biaya yang dulu sekitar Rp1,2 juta kini tembus hingga Rp2 juta.

Salah satu sopir truk, Wahim, mengaku pengeluaran untuk sekali isi bahan bakar sekarang jauh lebih besar dibanding sebelumnya.

”Dulu biasanya isi sekitar Rp1,2 juta sudah cukup untuk jalan. Sekarang bisa sampai Rp2 juta sekali isi,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, lonjakan biaya ini cukup memberatkan karena BBM merupakan kebutuhan utama dalam pekerjaan sehari-hari.

”Kalau BBM naik, otomatis biaya jalan juga ikut naik. Sementara penghasilan tidak selalu ikut naik,” katanya.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat sopir harus lebih berhitung dalam mengambil muatan dan perjalanan agar tetap bisa menutup biaya operasional.

”Kita harus pintar-pintar atur perjalanan. Kalau tidak, bisa habis di BBM saja,” ungkapnya.

Selain itu, kenaikan harga BBM juga berdampak pada biaya logistik secara keseluruhan, karena transportasi menjadi salah satu komponen utama distribusi barang.

”Kalau biaya angkut naik, biasanya harga barang juga ikut naik. Ujung-ujungnya semua kena dampaknya,” jelasnya.

Meski demikian, ia berharap kebijakan harga BBM tetap mempertimbangkan kondisi para pekerja lapangan yang bergantung penuh pada kendaraan.

”Harapan kami, kalau bisa ada solusi supaya kami di lapangan tidak terlalu terbebani. Karena ini sumber penghasilan kami,” pungkasnya.

Penulis : Deviana 

Editor   : Gunawan