Ilustrasi (kontenkalteng.com)
kontenkalteng.com, Palangka Raya- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalteng mencatat, penyaluran kredit pada bank umum di Kalteng masih didominasi pada jenis usaha non Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM), jumlah angkanya cukup besar Rp 27,95 triliun atau 65 persen dari total penyaluran kredit berdasarkan jenis usaha.
Baca juga: Rp Rp28,62 Triliun Kredit Bank Umum di Kalteng Didominasi Usaha Non UMKM
Hal itu dikatakan Kepala OJK Kalteng Otto Fitriandy di Palangka Raya.
“Ada 5 kabupaten dan kota penyaluran kredit terbesar di Provinsi Kalimantan Tengah, yaitu Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten,Kapuas dan Kabupaten Barito Utara,”ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamsi (22/6/2023).
Dijelaskannya, ada Kredit bank umum didominasi oleh sektor Kredit Investasi yang memiliki porsi sebesar 21,47 persen dengan 5 kredit sektor ekonomi terbesar adalah Pemilikan Alat Rumah Tangga, Pertanian, Perburuan dan Kehutanan, Perdagangan Besar dan Eceran, Pemilikan Rumah Tinggal dan Industri Pengolahan
Otto juga menyebutkan, penyaluran kredit BPR dan pembiayaan BPRS didominasi penyaluran pada jenis usaha UMKM sebesar Rp1,55 triliun atau sebesar 91 persen dari total penyaluran kredit dari semua jenis usaha.
‘Penyaluran kredit masih perlu untuk ditingkatkan seiring dengan DPK yang bertumbuh secara signifikan,”tegasnya.
Dibagian lain dia juga mengatakan, pada awal Januari hingga 31 Maret 2023, OJK Provinsi Kalimantan Tengah telah menerima 479 permintaan layanan, diantaranya 46 untuk layanan pemberian informasi kepada konsumen, 30 pengaduan dan 403 layanan dalam bentuk pertanyaan konsumen.
“Sektor paling banyak dikonsultasikan adalah terkait Fintech Pinjaman Online dan Perusahaan Pembiayaan. Perkembangan hasil dari layanan pengaduan konsumen. Tercatat 18 pengaduan dengan status selesai, 11 masih aktif dan 1 telah dihapuskan,”pungkas Otto Fitriandy. (Dhan-OR2)