Tiga Hari Tak Keluar Kamar, Penjual Pentol di Sampit Ditemukan Tak Bernyawa

Evakuasi Mayat Penjual Pentol (Foto: Ist)

Kontenkalteng.com, Sampit – Aktivitas seorang penjual pentol keliling di Sampit mendadak terhenti. Pria yang biasa berjualan hingga larut malam itu ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kontrakannya, Jumat (10/4/2026) siang.

Baca juga: Pemuda 28 Tahun Nekat Gantung Diri di Dalam Barak di Jalan Murjani Palangka Raya

Korban diketahui bernama Suwardi (51), perantau asal Bojonegoro, Jawa Timur. Ia ditemukan sekitar pukul 13.00 WIB setelah warga dan pemilik kontrakan merasa ada kejanggalan karena yang bersangkutan tidak terlihat beraktivitas selama beberapa hari.

Ketua RT setempat, Yayan Cahyani, mengatakan perubahan kebiasaan korban menjadi tanda awal kecurigaan warga. Pasalnya, Suwardi dikenal rutin keluar rumah untuk berbelanja bahan dagangan sebelum mulai berjualan.

“Biasanya siang atau sore dia keluar beli bahan, lalu sekitar jam 5 sore sudah mulai keliling jualan sampai subuh. Tapi beberapa hari ini tidak kelihatan,” ujarnya.

Kecurigaan semakin menguat ketika sandal korban masih tergeletak di depan kamar, sementara pintu dalam keadaan tertutup rapat. Pemilik kontrakan kemudian memutuskan untuk memeriksa bersama warga.

“Sudah tiga hari tidak keluar, sendalnya ada di luar. Kami jadi curiga, lalu panggil ketua RT. Setelah itu pintu didobrak dan korban ditemukan sudah meninggal di dalam kamar,” ungkap Petrus (71), pemilik kontrakan.

Warga menyebut, selama tinggal di Sampit, korban hidup seorang diri. Sementara keluarganya, termasuk sang istri, berada di kampung halaman di Pulau Jawa.

Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah menunjukkan tanda-tanda tidak bernyawa cukup lama. Di bagian kaki juga terlihat pembengkakan yang memicu dugaan adanya riwayat penyakit.

“Diduga karena sakit, sebelumnya korban pernah mengeluh sakit tipes,” kata Yayan.

Mendapat laporan tersebut, aparat dari Polsek Ketapang langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD dr Murjani Sampit guna pemeriksaan lebih lanjut.

Penulis : Deviana

Editor : Surya